RSS

Pertapa di India Mengaku Tahan Puasa 70 Tahun

Tes awal menunjukkan bahwa tubuhnya telah mengalami transformasi biologis berkat yoga

Seorang pertapa berusia 82 tahun di India mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. Pengakuan yang terdengar mustahil itu mengundang penasaran para ilmuwan setempat dengan memeriksa dia di sebuah rumah sakit di Kota Amhedabad, negara bagian Gujarat.

Menurut laman harian The Telegraph, Rabu 28 April 2010, pertapa itu bernama Prahlad Jani. Para ilmuwan dari Institut Pengembangan Penelitian Pertahanan India akan membuktikan apakah pengakuan kakek itu benar atau hanya khayalan.

Dokter neurologi, Sudhir Shah, menganggap peristiwa tersebut luar biasa. “Seseorang bisa hidup tanpa makanan dan air selama tiga, empat, tujuh, hingga 12 hari, dan kami juga pernah melakukan studi terhadap kegiatan berpuasa di masa lalu di mana orang berpuasa selama 16 atau 30 hari, tetapi mereka minum air setelah delapan hari, dan tentu saja mereka juga mengeluarkan urin,” kata Shah seperti dikutip Telegraph.

“Namun fenomena yang terjadi pada Jani sangat unik,” lanjut Shah.

Jani diobservasi di rumah sakit selama 15 hari dan akan menjalani serangkaian tes. Dr.G.Ilavazhagan dari Institut Pengembangan Penelitian Pertahanan mengatakan, peristiwa ini mungkin bisa membantu menemukan strategi bertahan hidup tanpa makanan dan air saat berada dalam situasi di mana tidak ada makanan dan air.

“Sebagai contoh, saat terjadi bencana alam, orang menghadapi situasi tanpa bahan pangan dan air. Prajurit-prajurit kami juga bisa saja menghadapi situasi tersebut saat mereka tersesat di gurun pasir atau di hutan, atau di tempat-tempat dengan ketinggian tertentu,” lanjutnya.

Sejumlah tes pada otak, pertapa berambut dan berjenggot putih tersebut menunjukkan kemiripan dengan seseorang berusia 25 tahun. Jani juga mengaku memiliki sebuah lubang di langit-langit mulut dan sepanjang kepala di mana setetes atau dua tetes madu bunga masuk, dan membantunya bertahan hidup.

Tes awal menunjukkan bahwa tubuh Jani telah mengalami transformasi biologis karena melakukan yoga. Dokter juga mengatakan tidak ada tanda-tanda kelelahan atau masalah kesehatan lain pada Jani. Bahkan Jani memilih naik tangga dibanding menggunakan lift. Tidak banyak yang diketahui mengenai keluarga Jani sejak dia meninggalkan rumah pada usia tujuh tahun dan berkelana di hutan-hutan di India.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2010 in Fenomena Alam

 

Tag:

Kebijakan Moneter Bank Indonesia Dalam Sistem Informasi Pola Pembiayaan/ Lending Model Usaha Kecil Pada Komoditas Cokelat (Kakao)

KEBIJAKAN MONETER

  1. Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement“, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

  1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy

Kebijakan moneter ekspansif adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar.

  1. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy

Kebijakan moneter kontraktif adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar, disebut juga dengan kebijakan uang ketat.

  1. Instrumen Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

  1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

  1. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

  1. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

  1. Himbauan Moral (Moral Persuasion)

Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Kebijakan Moneter Bank Indonesia Dalam Sostem Informasi Pola Pembiayaan / Lending Model Usaha Kecil Pada Komoditas Kakao

Pembiayaan/ lending  model usaha kecil merupakan sistem informasi yang menyajikan hasil penelitian Bank Indonesia mengenai pola-pola pembiayaan usaha kecil yang berpotensi untuk dikembangkan. Melalui pola-pola pembiayaan ini diharapkan dapat direplikasikan oleh para pengusaha sebagai informasi awal bagi perbankan dalam pembiayaan suatu komoditas. Cakupan sistem informasi pola pembiayaan antara lain meliputi aspek pemasaran, aspek teknis produksi, aspek finansial, dan aspek dampak ekonomi.

Peranan sektor pertanian cukup strategis dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto Nasional. Hal ini terlihat bahwa selama 10 tahun terakhir ini, peranan sektor ini terhadap PDB menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, yaitu rata-rata 4% per tahun. Selain dituntut harus mampu menciptakan swasembada pangan, sektor ini juga harus mampu menyediakan lapangan dan kesempatan kerja (menahan inflasi dan mengurangi jumlah pengangguran), serta pengadaan bahan baku bagi industri hasil pertanian. Sektor ini juga dituntut untuk meningkatkan perolehan devisa negara dengan jalan meningkatkan volume dan nilai ekspor hasil pertanian.

Salah satu sub-sektor di sektor pertanian adalah sub-sektor perkebunan. Sub-sektor ini dalam menunjang perekonomian nasional menjadi makin penting, mengingat makin terbatasnya peranan minyak bumi yang selama ini merupakan sumber devisa utama bagi Indonesia.

Salah satu komoditas perkebunan yang sangat penting dalam menyumbang perolehan devisa negara adalah kakao. Pada tahun 1997, ekspor kakao dari Indonesia diperkirakan telah mencapai US$ 378 juta. Walaupun nilai tersebut masih merupakan angka estimasi, namun nilai tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 377,5 juta.

Dalam pengembangan kakao, peranan perbankan belum begitu besar. Sebagai contoh, di Sulawesi Selatan dimana pada tahun 1997 sekitar 40% nilai ekspor kakao berasal dari propinsi ini, jumlah kredit yang disalurkan oleh perbankan untuk posisi bulan Maret 1998 adalah Rp4,152 juta dan nilai ini hanya 0,46% dari keseluruhan kredit di sektor pertanian atau 1,49% dari kredit yang disalurkan di sub-sektor perekebunan.

Dari kredit yang disalurkan tersebut, belum ada yang menerapkan pola kemitraan terpadu. Untuk itulah suatu model pengembangan kakao yang bisa ditunjang dengan kredit bank, dalam bentuk kemitraan yang melibatkan usaha perkebunan kakao rakyat perlu ditulis dan disebarluaskan untuk bisa dijadikan acuan bagi bank.

Dalam penulisan model kemitraan ini akan dibahas aspek kelayakan usaha, yang meliputi aspek pemasaran, teknis budidaya, finansial, sosial dan ekonomi serta pola kemitraan terpadu yang sesuai antara usaha besar (inti) dan petani plasma.

Tujuan dari penulisan Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu Produksi Kakao ini adalah untuk :

  1. Memberikan informasi kepada perbankan tentang model kemitraan terpadu yang sesuai dan layak dibiayai dengan kredit bank untuk komoditas kakao.
  2. Dipergunakan oleh para mitra usaha petani yang berminat dalam pengembangan kemitran dalam budidaya kakao.
  3. Mendorong pengembangan usaha produksi kakao sebagai komoditas penghasil devisa.

Peranan Bank Dalam Proyek Kemitraan Terpadu Produksi Kakao

Bank berdasarkan adanya kelayakan usaha dalam kemitraan antara pihak Petani Plasma dengan Perusahaan Perkebunan dan Pengolahan/Eksportir sebagai inti, dapat kemudian melibatkan diri untuk biaya investasi dan modal kerja pembangunan atau perbaikan kebun.

Di samping mengadakan pengamatan terhadap kelayakan aspek-aspek budidaya/produksi yang diperlukan, termasuk kelayakan keuangan. Pihak bank di dalam mengadakan evaluasi, juga harus memastikan bagaimana pengelolaan kredit dan persyaratan lainnya yang diperlukan sehingga dapat menunjang keberhasilan proyek. Skim kredit yang akan digunakan untuk pembiayaan ini, bisa dipilih berdasarkan besarnya tingkat bunga yang sesuai dengan bentuk usaha tani ini, sehingga mengarah pada perolehan pendapatan bersih petani yang paling besar.

Dalam pelaksanaanya, Bank harus dapat mengatur cara petani plasma akan mencairkan kredit dan mempergunakannya untuk keperluan operasional lapangan, dan bagaimana petani akan membayar angsuran pengembalian pokok pinjaman beserta bunganya.

Untuk ini, bank membuat perjanjian kerjasama dengan pihak perusahaan inti, berdasarkan kesepakatan pihak petani/kelompok tani/koperasi. Perusahaan inti akan memotong uang hasil penjualan petani plasma/usaha kecil sejumlah yang disepakati bersama untuk dibayarkan langsung kepada bank. Besarnya potongan disesuaikan dengan rencana angsuran yang telah dibuat pada waktu perjanjian kredit dibuat oleh pihak petani/Kelompok tani/koperasi.

Perusahaan inti akan memotong uang hasil penjualan petani plasma/usaha kecil sejumlah yang disepakati bersama untuk dibayarkan langsung kepada Bank. Besarnya potongan disesuaikan dengan rencana angsuran yang telah dibuat pada waktu perjanjian kredit dibuat oleh pihak petani plasma dengan bank.

  1. 1. PENYIAPAN PROYEK

Untuk melihat bahwa Proyek Kemitraan Terpadi ini dikembangkan dengan sebaiknya dan dalam proses kegiatannya nanti memperoleh kelancaran dan keberhasilan, minimal dapat dilihat dari bagaimana PKT ini disiapkan. Kalau PKT ini akan mempergunakan KKPA untuk modal usaha plasma, perintisannya dimulai dari:

  1. Adanya petani/pengusaha kecil yang telah menjadi anggota koperasi dan lahan pemilikannya akan dijadikan kebun/tempat usaha atau lahan kebun/usahanya sudah ada tetapi akan ditingkatkan produktivitasnya. Petani/usaha kecil tersebut harus menghimpun diri dalam kelompok dengan anggota sekitar 25 petani/kelompok usaha. Berdasarkan persetujuan bersama, yang didapatkan melalui pertemuan anggota kelompok, mereka bersedia atau berkeinginan untuk bekerja sama dengan perusahaan perkebunan/pengolahan/eksportir dan bersedia mengajukan permohonan kredit (KKPA) untuk keperluan peningkatan usaha.
  2. Adanya perusahaan perkebunan/pengolahan dan eksportir, yang bersedia menjadi mitra petani/usaha kecil, dan dapat membantu memberikan pembinaan teknik budidaya/produksi serta proses pemasarannya.
  3. Dipertemukannya kelompok tani/usaha kecil dan pengusaha perkebunan/pengolahan dan eksportir tersebut, untuk memperoleh kesepakatan di antara keduanya untuk bermitra. Prakarsa bisa dimulai dari salah satu pihak untuk mengadakan pendekatan, atau ada pihak yang akan membantu sebagai mediator, peran konsultan bisa dimanfaatkan untuk mengadakan identifikasi dan menghubungkan pihak kelompok tani/usaha kecil yang potensial dengan perusahaan yang dipilih memiliki kemampuan tinggi memberikan fasilitas yang diperlukan oleh pihak petani/usaha kecil.
  4. Diperoleh dukungan untuk kemitraan yang melibatkan para anggotanya oleh pihak koperasi. Koperasi harus memiliki kemampuan di dalam mengorganisasikan dan mengelola administrasi yang berkaitan dengan PKT ini. Apabila keterampilan koperasi kurang, untuk peningkatannya dapat diharapkan nantinya mendapat pembinaan dari perusahaan mitra. Koperasi kemudian mengadakan langkah-langkah yang berkaitan dengan formalitas PKT sesuai fungsinya. Dalam kaitannya dengan penggunaan KKPA, Koperasi harus mendapatkan persetujuan dari para anggotanya, apakah akan beritndak sebagai badan pelaksana (executing agent) atau badan penyalur (channeling agent).
  5. Diperolehnya rekomendasi tentang pengembangan PKT ini oleh pihak instansi pemerintah setempat yang berkaitan (Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi, Kantor Badan Pertanahan, dan Pemda)
  6. Lahan yang akan digunakan untuk perkebunan/usaha dalam PKT ini, harus jelas statusnya kepemilikannya bahwa sudah/atau akan bisa diberikan sertifikat dan bukan merupakan lahan yang masih belum jelas statusnya yang benar ditanami/tempat usaha. Untuk itu perlu adanya kejelasan dari pihak Kantor Badan Pertanahan dan pihak Departemen Kehutanan dan Perkebunan.
    1. 2. MEKANISME PROYEK

Bank pelaksana akan menilai kelayakan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip bank teknis. Jika proyek layak untuk dikembangkan, perlu dibuat suatu nota kesepakatan (Memorandum of Understanding = MoU) yang mengikat hak dan kewajiban masing-masing pihak yang bermitra (inti, Plasma/Koperasi dan Bank). Sesuai dengan nota kesepakatan, atas kuasa koperasi atau plasma, kredit perbankan dapat dialihkan dari rekening koperasi/plasma ke rekening inti untuk selanjutnya disalurkan ke plasma dalam bentuk sarana produksi, dana pekerjaan fisik, dan lain-lain. Dengan demikian plasma tidak akan menerima uang tunai dari perbankan, tetapi yang diterima adalah sarana produksi pertanian yang penyalurannya dapat melalui inti atau koperasi. Petani plasma melaksanakan proses produksi. Hasil tanaman plasma dijual ke inti dengan harga yang telah disepakati dalam MoU. Perusahaan inti akan memotong sebagian hasil penjualan plasma untuk diserahkan kepada bank sebagai angsuran pinjaman dan sisanya dikembalikan ke petani sebagai pendapatan bersih.

  1. 3. PERJANJIAN KERJASAMA

Untuk meresmikan kerja sama kemitraan ini, perlu dikukuhkan dalam suatu surat perjanjian kerjasama yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang bekerjasama berdasarkan kesepakatan mereka. Dalam perjanjian kerjasama itu dicantumkan kesepakatan apa yang akan menjadi kewajiban dan hak dari masing-masing pihak yang menjalin kerja sama kemitraan itu. Perjanjian tersebut memuat ketentuan yang menyangkut kewajiban pihak Mitra Perusahaan (Inti) dan petani/usaha kecil (plasma) antara lain sebagai berikut :

1. Kewajiban Perusahaan Perkebunan/Pengolahan/Eksportir sebagai mitra (inti)

  1. Memberikan bantuan pembinaan budidaya/produksi dan penaganan hasil
  2. Membantu petani di dalam menyiapkan kebun, pengadaan sarana produksi (bibit, pupuk dan obat-obatan), penanaman serta pemeliharaan kebun/usaha
  3. Melakukan pengawasan terhadap cara panen dan pengelolaan pasca panen untuk mencapai mutu yang tinggi
  4. Melakukan pembelian produksi petani plasma
  5. Membantu petani plasma dan bank di dalam masalah pelunasan kredit bank (KKPA) dan bunganya, serta bertindak sebagai avalis dalam rangka pemberian kredit bank untuk petani plasma.

2. Kewajiban petani peserta sebagai plasma

  1. Menyediakan lahan pemilikannya untuk budidaya
  2. Menghimpun diri secara berkelompok dengan petani tetangganya yang lahan usahanya berdekatan dan sama-sama ditanami;
  1. Melakukan pengawasan terhadap cara panen dan pengelolaan pasca-panen untuk mencapai mutu hasil yang diharapkan
  2. Menggunakan sarana produksi dengan sepenuhnya seperti yang disediakan dalam rencana pada waktu mengajukan permintaan kredit
  3. Menyediakan sarana produksi lainnya, sesuai rekomendasi budidaya oleh pihak Dinas Perkebunan/instansi terkait setempat yang tidak termasuk di dalam rencana waktu mengajukan permintaan kredit
  4. Melaksanakan pemungutan hasil (panen) dan mengadakan perawatan sesuai petunjuk Perusahaan Mitra untuk kemudian seluruh hasil panen dijual kepada Perusahaan Mitra
  5. Pada saat pernjualan hasil petani akan menerima pembayaran harga produk sesuai kesepakatan dalam perjanjian dengan terlebih dahulu dipotong sejumlah kewajiban petani melunasi angsuran kredit bank dan pembayaran bunganya.
  1. 4. KEBUTUHAN BIAYA INVESTASI

Biaya investasi tanaman pada tahun ke-0 (TBM 0) digunakan untuk pembukaan lahan (land clearing), pembibitan, penanaman tanaman pelindung dan tanam kakao. Sedangkan untuk Tahun 1 dan ke-2 digunakan untuk perawatan tanaman, seperti penyulaman, pemupukan dan pencegahan hama dan penyakit.

Investasi non-tanaman digunakan untuk pembangunan prasarana, seperti jalan kebun. Apabila diperlukan dana untuk pembayaran jaminan kredit, jika kredit ini dijaminkan ke perusahaan penjamin kredit seperti Perum PKK, Askrindo atau PKPL, maka biaya investasi untuk non-tanaman perlu ditambah dengan itu.

Biaya investasi kebun digunakan untuk investasi tanaman dan non tanaman. Dengan menggunakan keadaan harga-harga dan biaya yang pada umunya terjadi dilapangan pada sekitar bulan Juni 1998, perincian biaya investasi untuk 2 ha kebun kakao dapat dilihat pada Tabel.

Tabel Kebutuhan Biaya Investasi Kebun Kakao

KEBUTUHAN BIAYA (Rp/ha) (per petani 2 ha)
A. INVESTASI TANAMAN

– Tahun 0(TBM 0)

– Tahun 1 (TBM 1)

– Tahun 2 (TBM 2)

Jumlah Investasi Tanaman

B. INVESTASI NON TANAMAN

– Prasarana

Jumlah Investasi Non Tanaman

4.463.843

1.522.500

1.183.250

7.169.593

987.000

987.000

8.927.686

3.045.000

2.366.500

14.339.186

1.974.000

1.974.00

Total Investasi Tanaman + Non Tanaman

Fee / Overhead

JUMLAH INVESTASI

Bunga Masa Konstruksi (IDC)

8.156.593

163.120

8.319.713

2.513.035

16.313.186

326.240

16.639.426

5.026.070

JUMLAH KESELURUHAN 10.832.746 21.665.492

Sumber: http://bi.go.id

Analisis Terhadap Keberhasilan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Dalam Sistem Informasi Pola Pembiayaan / Lending Model Usaha Kecil Pada Komoditas Kakao

Melalui Proyek Kemitraan Terpadu Produksi Kakao dapat diketahui bahwa para petani plasma akan mendapatkan nilai tambah dari proyek ini dan mampu mengembalikan kredit yang diberikan oleh bank dalam jangka waktu yang wajar.

Perhitungan ini didasarkan pada kelayakan usaha setiap petani yang akan mengembangkan (ekstensifikasi) kebun kakao seluas 2 ha. Dengan demikian Perusahaan mitra (inti) dipandang sebagai terlibat kegiatan sejak awal, mulai dari kegiatan pembukaan lahan sampai tanaman menghasilkan.

Dalam hal ini skim kredit yang digunakan adalah KKPA dengan bunga 16% per tahun dan pembayaran angsuran dilakukan pada waktu tanaman petani sudah menghasilkan, yaitu pada tahun ketiga. Selama tanaman belum menghasilkan petani diberikan grace periode dan bunga pinjamannya adalah 14% per tahun.

PROYEKSI LABA/RUGI

Proyeksi laba/rugi memberikan gambaran tentang kegiatan usaha perkebunan kakao rakyat dalam periode yang akan datang. Asumsi dasar yang digunakan untuk perhitungan laba/rugi ini adalah menyangkut kualitas biji kakao yang dijual petani. Kualitas biji kakao yang dijual petani adalah biji kering, dengan kadar air 7 – 8% dengan harga jual Rp. 15.00/kg. Berdasarkan asumsi tersebut, sejak tanaman mulai menghasilkan, yaitu pada tahun ketiga sampai akhir analisa, yaitu tahun ke -23, petani kakao mendapatkan keuntungan yang cukup memadai. Jika pada tahun pertama berbuah keuntungan tersebut hanya 6,7 juta/tahun, maka pada tahun berikutnya meningkat dua kali lipat, seiring dengan meningkatnya produktivitas tanaman.

Dengan mengatur seluruh dana pembiayaan dari Bank dan adanya grace period selama 2 tahun, maka selama masa proyek tidak terjadi defisit. Petani dapat mengembalikan pokok serta bunga pinjaman dalam waktu yang telah ditentukan, yaitu selama 5 tahun mulai dari tanaman menghasilkan pada tahun ke-3 sesudah tanam, dan mendapatkan keuntungan yang wajar.

Setelah melunasi angsuran utang pokok, pembayaran bunga pinjaman dan pembayaran pajak, petani diperhitungkan akan mulai menerima sisa pendapatan pertahun dengan 2 ha kebun kakao pada tahun ke-3 sesudah tanam sebanyak Rp. 4,1 juta, yang kemudian meningkat tiap tahun hingga mencapai Rp. 37,4 juta pada tahun ke-10 dan naik lagi menjadi Rp. 48 juta pertahun dari tahun ke-12 sampai tahun ke-23 menjadi Rp. 28,0 juta. Setelah ini, petani harus mengadakan investasi baru untuk peremajaan tanamannya. Secara keseluruhan sampai pada tahun ke-23 sesudah tanam, analisis finansial menunjukkan kriteria usaha seperti pada berikut ini.

Tabel Hasil Analisa Finansial Proyek

No. Kriteria Kelayakan Proyek Nilai
1.

2.

3.

4.

NPV (df=16%)

B/C

IRR

Payback Period

Rp. 75.408.163

3,01

48,76%

3,7 tahun

Dengan demikian melalui “Proyek Kemitraan Terpadu Produksi Kakao” akan sangat membantu petani dalam pengembangan usaha taninya, dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani yang lebih baik.

S

Basri, Faisal. 2002. PEREKONOMIAN INDONESIA “Tantangan dan Harapan bagi Kebangkitan Indonesia. Erlangga. Jakarta

Sukirno, Sadono. 1994. Teori Pengantar Makro Ekonomi. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta

umber :

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2009 in Agiculture

 

“Sang Pemimpi”

Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat Anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan. Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran di mana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru.

Tampak komikal pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai Anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini: Arai dan Ikal akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri.

Andrea bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan si kuda. Ikal- alter egonya Andrea Hirata. Arai-saudara jauh yang yatim piatu yang di sebut sempei keramat karena anggota keluarga terakhir yang masih hidup dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron-seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiganya dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari, dari ketagihan mereka menonton film panas di bioskop dan akhirnya ketahuan guru mengaji mereka , perpisahan Jimbron dengan ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta yang akhirnya membuat mereka berdua terpisah tetapi tetap akan bertemu di Perancis. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.

“Kita tak kan pernah mendahului nasib!” teriak Arai.
“Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apa pun yang terjadi!”

Fakta Menarik…

Nazril Irham

Debut Film Si Vokalis

Transformasi Ariel Peter Pan menjadi Nazril Ilham terjadi di Layar Lebar

Sang Pemimpi


Film Sang Pemimpi mulai diputar di bioskop pada tanggal 17 Desember 2009. Anda akan melihat sosok Ariel Peterpan memainkan tokoh Arai dalam sekuel film laris Laskar Pelangi itu.

Namun dalam deretan nama pemain, jangan bingung jika Anda hanya akan menemukan Nazril Irham. Bukan karena Anda salah lihat, kok. Laki-laki yang memerankan Arai itu memang Ariel yang biasa kita lihat bernyanyi. Hanya saja dia menggunakan nama aslinya, Nazril Irham di layar lebar. Ada apa?

Pendapat produser Mira Lesmana bisa dicermati. Menurutnya alasan memasukkan Nazril, bukan karena popularitas si vokalis grup band Peterpan yang telah bubar Agustus lalu itu, melainkan karena talenta.

“Ariel diperoleh lewat proses casting, bukan karena dia populer. Lagi pula kami juga sudah melakukan casting ke beberapa actor, dan kurang sreg, makanya beralih ke musisi,” titir produser Sang Pemimipi, Mira lesmana.

Tokoh Arai memang dituntut pandai menyanyi. Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi itu pun ikut mengamati pendapat Mira. Jadi sah saja jika citra dan popularitas Ariel Peterpan tidak perlu lagi menempel pada Nazril Irham yang kini bermain film.

Bukan Aji Mumpung


Jauh sebelum tawaran main film Sang Pemimpi, Nazril sudah kebanjiran ajakan menjajal dunia acting. Tapi dia menolak meski akhirnya tergoda juga jika ditawari melakoni tokoh Arai. Salah satu alasannya, film itu digarap oleh Sutradara Riri Riza. “Gue dikasih novelnya, suka dan tertarik dengan perannnya yang bernama Arai. Seru nih. Meski bukan peran utama tokoh Arai ini penting,” kata Nazril.

Proses casting pun secepat kilat. “Dalam waktu 3 jam, gue casting, reading, dan foto. Langsung lolos dan syuting. Gue Cuma syuting lima hari,” kata laki-laki 28 tahun itu.

Namun, meski proses casting mulus, Nazril yang sempat tercatat sebagai mahasisawa jurusan arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan Bandung itu mengaku kesulitan meniru tokoh Arai.

“Arai asli itu pede banget, lincah, energik, sedangkan gue enggak begitu,” katanya.

Lelaki kelahiran Pangkalan Brandan itu juga mengaku tertantang dalam dialog. Arai yang ia perankan seharusnya berbicara dalam logat Melayu Kalimantan.

“Di tanah kelahiranku, logatnya kan memang tidak jauh dengan orang-orang Belitung. Jadi tidak terlalu sulit beradaptasi, karena sudah sering mendengar keluargaku kalau bicara ya logatnya Melayu gitu. Tapi jadinya juga belajar logat Melayunya Arai yang lebih mirip Melayu Kalimantan,” jelasnya.

Riri dan Mira pun puas melihat kemampuan acting Nazril. Bahkan menurut Mira, Nazril mampu menonjolkan Arai yang memang menjadi jiwa Sang Pemimpi itu.

Kalaupun ada yang mengganjal, hanyalah tampilan kulit yang masih terlalu putih dan kurang “kampung’ seperti gambaran asli Arai dalam novel.

Bapak beranak satu itu memang, ‘ditemukan’ Riri pada detik-detik terakhir menjelang syuting sehingga ia tidak sempat lagi menghitamkan kulit.

Jadilah Ariel tampil sebagai Arai, siap menjumpai para penggemar tetralogi Laskar Pelangi, ataupun mereka yang sekadar penasaran dengan debut film si vokalis.

Sumber:

Eri Anugerah

Media Indonesia, Edisi Senin, 14 Desember 2009

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2009 in Movies

 

Bulu Tangkis Indonesia Perlihatkan Tabiatnya di SEA GAMES XXV

Bulu tangkis Indonesia mulai memperlihatkan tabiatnya

Cabang Olahraga itu menyumbang medali emas dari nomor beregu putra.

Tim bulu tangkis putra Indonesia mempersembahkan medali emas SEA Games XXV/2009 Laos setelah menumbangkan Malaysia 3-1 dalam pertandingan di Hall Bulu Tangkis National Sports Complex.

Sony Dwi Kuncoro yang diturunkan pelatih kepala Christian Hadinata di partai pertama mengalahkan Muhammad Hafiz 22-20, 14-21, 21-12 dalam waktu 62 menit. Juara Indonesia Terbuka 2009 itu sempat terseok-seok sebelum berhasil menyumbangkan satu poin untuk kontingen Indonesia.

Setelah Indonesia sempat unggul 1-0, ratusan penonton yang memenuhi bagian barat tribune tidak berhenti memberikan dukungan bagi anak-anak pelatnas itu. Mereka member dukungan dengan membentangkan bendera merah putih berukuran 3 meter, sambil meneriakkan nama beberapa pemain.

Pada partai kedua, Markis Kido/ Hendra Setiawan ternyata menjadi bulan-bulanan pasangan Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong. Peraih emas olimpiade Beijing 2008 itu menyerah 21-19, 20-22, 10-21 dalam waktu 40 menit. Kedudukan pun imbang 1-1.

Posisi tim Indonesia kembali unggul 2-1 saat Simon Santoso di partai ketiga menumbangkan Kuan Beng Hong 21-18, 21-13. Nova Widianto/Mohammad Ahsan memastikan kemenangan Indonesia 3-1 setelah menumbangkan Mohd Fairuzizuan/Mohd Zakry Abdul Latif 21-18, 21-16.

“Kami sempat tergesa-gesa saat melakukan serangan. Set pertama sempat bermain bagus, sayangnya kami sedikit melakukan kesalahan di set ketiga,” ujar Markis seusai pertandingan.

Saat peraih emas Olimpiade Beijing 2008 itu kandas, pendukung tim Malaysia semakin berkobar-kobar memberikan dukungan. Namun, strategi Christian pun mampu membalikkan keadaan. “Emas pertama tim beregu ini sangat penting bagi kami. Meski sempat imbang 1-1 setelah mengalahkan Markis Kido/ Hendra Setiawan, anak-anak mampu mengalahkan kekuatan penuh,” timpal Christian.

Saat menanggapi kekalahan tim beregu putra, pelatih Malaysia Datuk Misbun Sidek yang terlihat sedikit tidak berseri mengatakan kekuatan Indonesia masih terlihat seimbang. Apalagi, peringkat satu dunia Lee Chong Wei tidak diturunkan karena tengah mengalami cedera di paha kanan.

“Ini sudah konsekuensi. Saya kira inilah pertandingan. Ada yang menang dan ada yang kalah. Cukup ketat, apalagi Keat/Heong sempat mengalahkan ganda terbaik Indonesia, “ tandas Sidek.

Sayangnya di beregu putri, tim Indonesia harus puas dengan meraih perak. Di final tim Indonesia ditaklukkan tim Malaysia 1-3.

Bintang

Medali Emas ini buat Mama


Aksi pebulu tangkis Mohammad Ahsan luar biasa. Berpasangan dengan seniornya, Nova Widianto, ia tampak tak mengenal lelah. Semangatnya pun berkobar-kobar. Daya juangnya bagaikan prajurit Sparta.

Saat menghadapi pasangan ganda Malaysia, Ahsan berjibaku menahan serangan lawan. Tak segan-segan ia menjatuhkan tubuhnya untuk menyelematkan shuttlecock. Para penonton pun dibuat berdecak dan kagum.

Ternyata perjuangan Ahsan/Nova tak sia-sia. Pasangan pemain junior/ senior berhasil menekuk lawan mereka. Buah kemenangan mereka pun turut member poin yang mengantarkan tim bulu putra Indonesia mendulang medali emas.

Nama Ahsan, pemuda kelahiran 7 September 1987, memang belum dikenal. Namun paling tidak sumbangsihnya kepada kontingen Indonesia telah menjadi perkenalan awal kepada masyarakat Indonesia. Tak hanya itu, Ahsan diharapkan menjadi penerus prestasi seniornya dan penerus untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

“Saya persembahkan medali emas ini untuk bangsa dan Negara. Namun yang terpenting, medali akan dipersembahkan kepada ibunda yang selalu member dukungan saat saya kalah atau menang di setiap pertandingan,” ujarnya di Viantiane, Laos, kemarin.

Berpasangan dengan seniornya di ajang internasional memang suatu kejadian langka. Pasalnya di sejumlah turnamen bulu tangkis, Ahsan lebih banyak berpasangan dengan pemain pelatnas seangkatannya, Bona Septano.

Untuk memetik prestasi memang bukanlah jalan mulus tanpa rintangan. Ahsan sendiri telah menggeluti badminton sejak menginjak usia enam tahun.

Padahal orang tuanya meminta Ahsan agar memilih menjadi menjadi pemain sepak bola. Apalagi kini pendapatan pemain sepak bola nasional bisa puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah per-bulannya. “Namun hati kecil saya mendorong saya untuk menekuni badminton, “jelas alumnus SMP Negeri 27 Palembang itu.

Sejak itu dunia bulu tangkis pun menjadi piliha dan sekaligus bagian kehidupannya. Menorehkan prestasi di ranah bulu tangkis menjadi impian yang di idam-idamkan.

Ahsan menegaskan bahwa prestasi di ajang SEA Games XXV itu akan menjadi pemicu dan pemacu untuk meraih prestasi di ajang lebih besar. “Mudah-mudahan saya bisa berprestasi di Asian Games dan Olimpiade,” katanya.

Putra pasangan Tumin Admadi dan Sity Rohasa mengaku sangat ingin membahagiakan kedua orang tuanya. “Oleh karena itu, bonus dari pemerintah akan diberikan ke Mama untuk ditabung sebagai bekal di hari nanti.”

Sebelumnya Menpora menjanjikan bahwa peraih medali emas SEA Games 2009 akan mendapat bonus Rp200 juta.

Sumber:

Iwan Kurniawan

Media Indonesia, Edisi Senin 14 Desember 2009

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2009 in Sport

 

“LASKAR PELANGI” Pecinta Pelangi dari pulau Belitong

Pemain            Cut Mini, Ikranagara, Slamet Rahardjo, Tora Sudiro, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Ario Bayu, Alex Komang, Jajang C.Noer, Robbie Tumewu, Zulfanny, Verrys Yamarno, Ferdian, Yogi Nugraha, M.Syukur Ramadhan, Suhendri, Febriansyah, Jeffry Yanuar, Suharyadi Syah Ramadhan, Dewi Ratih Ayu Safitri, Marchella El Jolla Kondo, Levina

Sutradara         Riri Riza

Skenario          Salman Aristo

Musik              Aksan & Titi Syuman

Produksi          Miles Films & Mizan Production

Situs                www.laskarpelangithemovie.com

Laskar pelangi…Takkan Terikat Waktu… Jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi… Menarilah dan terus tertawa…. Walau dunia tak seindah surga. …Bersyukurlah pada Yang Kuasa…. Cinta Kita di dunia…. Selamanya…” (song by Nidji)

Pulau Belitong, medio 1970. Bangunan reyot yang terbuat dari kayu itu adalah SD Muhammadiyah Gantong, menjadi saksi peristiwa yang sangat penting. Sembilan calon murid SD Muhammadiyah beserta para orangtua mereka duduk dengan gelisah di ruang kelas yang ditata seadanya. Di luar kelas, dua guru luar biasa, Ibu Muslimah (Cut Mini) dan Kepala Sekolah Pak Harfan (Ikranagara) menatap cemas ke arah jalan dan padang rumput.

Tiba-tiba dari kejauhan tampak sosok remaja berumur 15 tahun berlari bersama ibunya, menuju SD Muhammadiyah. Tawa terlepas dan kecemasan sirna dari wajah kedua pendidik lembut dan penuh asih itu. Remaja itu, Harun (Jeffry Yanuar) yang istimewa, menjadi murid ke-10 kelas 1 SD Muhammadiyah. Sejak saat itu, dimulailah petualangan penuh tawa, canda, dan tangis dari Laskar Pelangi.

Laskar pelangi adalah sebutan dari Ibu Muslimah kepada ke-10 muridnya yang sangat suka melihat pelangi sehabis hujan. Mereka adalah Ikal (Zulfanny), Mahar (Verrys Yamarno), Lintang (Ferdian), Kucai (Yogi Nugraha), Syahdan (M. Syukur Ramadan), A Kiong (Suhendri), Borek (Febriansyah), Trapani (Suharyadi Syah Ramadhan), Sahara (Dewi Ratih Ayu Safitri), dan Harun. Flo (Marchella El Jolla Kondo) yang berasal dari keluarga kaya masuk SD Muhammadiyah di tahun ke-6. Laskar Pelangi makin kompak menjalani hari-harinya.

Laskar Pelangi mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Mahar yang memiliki bakat seni yang besar memimpin teman-temannya menari di karnaval 17 Agustus. Mereka pun jadi juaranya. Kejeniusan luar biasa Lintang membawa SD Muhammadiyah menjuarai cerdas cermat tingkat SD. Kisah ini diakhiri dengan kematian ayah Lintang (Alex Komang), si pelaut sederhana. Lintang terpaksa harus putus sekolah demi menggantikan ayahnya menafkahi keluarga. Laskar Pelangi juga mengalami kesedihan luar biasa saat ditingga selama-lamanya oleh pendidik panutan mereka.

Di antara peristiwa sedih dan duka yang dialami Laskar Pelangi, ada juga kisah kocak yang bakal bikin kamu ketawa. Misalnya, Ikal yang rela bolak-balik membeli kapur dari toko China yang letaknya jauh, demi melihat tangan cantik anak pemilik toko A Ling (Levina). Ada juga kekocakan Mahar yang selalu menenteng radio ke mana-mana sambil mendengarkan lagu-lagu jazz dan Melayu. Dia juga mampu menyanyikan lagu Melayu Legendaris, “Seroja” dengan suaranya yang merdu. Oiya, Ibu Muslimah juga diam-diam ditaksir oleh Guru SD elit di belakang SD Muhammadiyah, Pak Mahmud (Tora Sudiro). Di film ini Tora nggak banyak berdialog. Tapi perasaanya yang dalam kepada Ibu Muslimah terlihat jelas banget.

Inilah film yang di adaptasi dari novel memoar (based on true story) terlaris sepanjang sejarah sastra Indonesia, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (terjual lebih dari 500 Ribu kopi). Pulau Belitong, Pulau penghasil timah yang pernah menjadi pulau terkaya di Indonesia, menjadi setting novel dalam film Laskar Pelangi. Selama lebih kurang 9 tahun Laskar Pelangi bersatu dalam persahabatan yang sangat indah. Sutradara Riri Riza merangkumnya dalam sebuah film yang menguras emosi penonton. Durasi 2 jam lebih nggak terasa begitu panjang deh. Saking asyiknya nonton petualangan ikal dan teman-temannya.

Dari awal nonton film, penonton dibawa ke dalam suatu masa ketika Indonesia sedang dalam masa pertumbuhan. Kealamian dan kedamaian Pulau Belitong, dengan Laut, danau, hutan, dan tentu saja pelangi, digambarkan dengan indah oleh Riri Riza. Karakter-karakter yang sangat kuat mampu diperankan oleh pemainnya, terutama oleh 12 anak Belitong asli. Dialek khas Melayu dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat Belitong juga dituturkan dengan jelas. Yang paling penting adalah pesan yang disampaikan film ini : pendidikan tidak mengenal umur, status, dan asal-usul.

Yup, Bisakah kamu bayangkan betapa antusiasnya anak-anak Belitong yang berasal dari keluarga miskin? sangat antusias sekolah Misalnya, Lintang rela naik sepeda setiap hari ke sekolah sejauh 80 km. Setiap hari dia juga harus berhadapan dengan buaya ganas. Dalam film ini juga digambarkan bahwa laskar pelangi bersekolah tanpa seragam, kadang tanpa alas kaki, dan harus belajar dengan alat tulis yang sangat terbatas dalam ruang kelas yang kumuh. Hmmm buat kamu yang suka bolos sekolah harus nonton film ini. Dijamin bakal rajin sekolah setiap hari deh, hehehe

Film yang syuting sepenuhnya dibuat di Belitong (1,5 bulan) ini penuh dengan humor, cinta kasih, persahabatan, sekaligus duka yang buat kamu menitihkan air mata. Bagi kamu yang sudah baca novel Laskar Pelangi jangan berharap film ini sama persis dengan novelnya. Ada beberapa hal yang berbeda, ada tokoh-tokoh baru yang ditambahkan, dan tidak semua background Laskar Pelangi diceritakan. Hanya Ikal, Lintang, Mahar yang benar-benar ditonjolkan. But that’s okay… scenario yang diolah Salman Aristo udah cukup banget mewakili isi novelnya. Penecerahan banget deh nonton Laskar Pelangi, A worth to see movie guys !!!

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2009 in Movies

 

Pendidikan Berbasis Karakter

Berbagai fenomena sosial yang muncul akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Fenomena kekerasan dalam menyelesaikan masalah menjadi hal yang umum. Pemaksaan kebijakan terjadi pada hampir setiap level institusi. Manipulasi informasi menjadi hal yang lumrah. Penekanan dan pemaksaan kehendak satu kelompok terhadap kelompok lain dianggap biasa. Hukum begitu jeli pada kesalahan, tetapi buta pada keadilan.

Sepertinya karakter masyarakat Indonesia yang santun dalam berprilaku, musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah, local wisdom yang kaya dengan pluralitas, toleransi dan gotong royong, telah berubah wujud menjadi hegemoni kelompok-kelompok baru yang saling mengalahakan.

Apakah pendidikan telah kehilangan sebagian fungsi utamanya? Berkaca pada kondisi ini, sudah sepantasnya jika kita bertanya secara kritis, inikah hasil dari proses pendidikan yang seharusnya menjadi alat transformasi nilai-nilai luhur peradaban? Jangan-jangan pendidikan telah teredusir menjadi alat yang secara mekanik hanya menciptakan anak didik yang pintar menguasai bahan ajar untuk sekedar lulus ujian nasional. Kalau betul begitu, pendidikan sedang memperlihatkan sisi gelapnya.

Padahal pendidikan merupakan proses yang paling bertanggung jawab dalam melahirkan warga negara Indonesia yang memiliki karakter kuat sebagai modal dalam pembangunan peradaban tinggi dan unggul. Karakter bangsa yang kuat merupakan produk dari pendidikan yang bagus dan mengembangkan karakter. Ketika mayoritas karakter masyarakat kuat, positif, tangguh peradaban yang tinggi dapat dibangun dengan baik dan sukses. Sebaliknya, jika mayoritas karakter masyarakat negative, karakter negative dan lemah mengakibatkan peradaban yang dibangun pun menjadi lemah sebab peradaban tersebut dibangun dalam fondasi yang amat lemah.

Karakter bangsa adalah modal dasar membangun peradaban tingkat tinggi, masyarakat yang memiliki sifat jujur, mandiri, bekerja sama, patuh pada peraturan, bisa dipercaya, tangguh, dan memiliki etos kerja tinggi akan menghasilkan system kehidupan sosial yang teratur dan baik. Ketidakteraturan sosial menghasilkan berbagai bentuk tindak kriminal, kekerasan, terorisme, dan lain-lain.

Oleh karena itu pendidikan harus terus didorong untuk mengembangkan karakter bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat sehingga pada gilirannya bangsa Indonesia akan mampu membangun peradaban yang lebih maju dan modern. Menurut M Dawam Raharjo, peradaban modern dibangun dalam empat pilar utama, yakni induk budaya (mother culture) agama yang kuat, system pendidikan yang maju, system ekonomi yang berkeadilan serta majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang humanis. Sebenarnya keempat pilar tersebut sudah dimiliki Indonesia, tinggal bagaimana keempat hal tersebut berjalan secara fungsional melalui pendidikan.

Mengembangkan karakter


Salah satu point penting dari tugas pendidikan adalah membangun karakter (character building) anak didik. Karakter merupakan standar-standar batin yang terimplementasi dalam berbagai bentuk kualitas diri. Karakter diri dilandasi nilai-nilai serta cara berpikir berdasarkan nilai-nilai tersebut dan terwujud di dalam perilaku. Bentuk-bentuk karakter yang dikembangkan telah dirumuskan secara berbeda.

Indonesia Heritage Foundation merumuskan beberapa bentuk karakter yang harus ada dalam setipa individu bangsa Indonesia di antaranya; cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya, tanggung jawab, disiplin dan mandiri, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli dan kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, dan toleransi, cinta damai, dan persatuan.

Sementara itu, character counts di America mengidentifikasikan bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar adalah; dapat dipercaya (trustworthiness) rasa hormat dan perhatian (respect), tanggung jawab (responsible), jujur (fairness), peduli (caring), kewarganegaraan (citizenship), ketulusan (honesty), berani (courage), tekun (diligence), dan integritas (integrity).

Pada intinya bentuk karakter apa pun yang dirumuskan tetap harus berlandaskan pada nilai-nilai universal. Oleh karena itu, pendidikan yang mengembangkan karakter adalah bentuk pendidikan yang bisa membantu mengembangkan sikap etika, moral, dan tanggung jawab, memberikan kasih sayang kepada anak didik dengan menunjukkan dan mengajarkan karakter yang bagus. Hal itu merupakan usaha intensional dan proaktif dari sekolah, masyarakat dan Negara untuk mengisi pola pikir dasar anak didik, yaitu nilai-nilai etika seperti menghargai diri sendiri, dan orang lain, sekap bertanggung jawab, integritas, dan disiplin diri. Hal itu memberikan solusi jangka panjang yang mengarah pada isu-isu moral, etika, dan akademis yang merupakan concern dan sekaligus kekhawatiran yang terus meningkat di dalam mastarakat.

Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan tersebut seharusnya menjadi dasar dari kurikulum sekolah yang bertujuan mengembangkan secara berkesinambungan dan sistematis karakter siswa. Kurikulum yang menekankan pada penyatuan pengembangan karakter melalui pengambilan perspektif, pertimbangan moral, pembuatan keputusan yang matang, dan pengetahuan diri tentang moral.

Di samping nilai tersebut diintegrasikan dalam kurikulum, juga yang tidak kalah penting adalah adanya role model yang baik dalam masyarakat untuk memberikan contoh dan mendorong sifat baik tertentu atau ciri-ciri karakter yang diinginkan, seperti kejujuran, kesopanan, keberanian, ketekunan, kesetiaan, pengendalian diri, simpati, toleransi, keadilan, menghormati harga diri individu, tanggung jawab untuk kebaikan umum dan lain-lain.

Lebih spesifiknya, menurut Dr. Thomas Lickona, pendidikan yang mengembangkan karakter adalah upaya yang dilakukan pendidikan membantu anak didik supaya mengerti, memedulikan, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika. Anak didik bisa menilai mana yang benar, sangat memeduliakn tentang yang benar, dan melakukan apa yang mereka yakini sebagai yang benar walaupun ada tekanan dari luar dan godaan dari dalam.

Peranan lingkungan

Sementara itu, upaya pendidikan yang dilakukan di sekolah oleh para guru seperti membuat istana pasir di tepi pantai. Sekolah dengan sekuat tenaga mebangun istana yang cantik, tetapi begitu anak keluar dari lingkungan sekolah, ombak besar meluluhlantakkan istana yang telah dibangun di sekolah. Oleh karena itu, perlu pendekatan yang komprehensif dari sekolah, keluaga, dan masyarakat dalam mengembangkan karakter anak didik yang kuat, baik, dan positif secara konsisten. Lingkungan masyarakat, para pemimpin, pembuat kebijakan, pemegang otoritas di masyarakat, orangtua harus menjadi role model yang baik kepada anaknya. Berbagai prilaku ambigu dan inkonsitensi yang diperlihatkan dalam masyarakat akan memberikan kontribusi yang buruk yang secara signifikan dapat melemahkan karakter siswa.

Banyak kebijakan dalam pendidikan yang justru kontraproduktif terhadap pengembangan karakter siswa. Sebut saja misalnya kebijakan Ujian Nasional (UN) yang dipercaya dapat menggenjot motivasi siswa untuk bnelajar supaya lulus Ujian Nasional. Kebijakan tersebut justru mengarah pada praksis pendidikan yang melahirkan peraturan dan sitem berbasis pada model reward and punishment. Model seperti itu hanya akan menghasilakan perubahan tingkah laku yang bersifat sementara dan terbatas, tapi hanya sedikit bahkan tidak memberikan pengaruh pada pembentukan karakter anak untuk jangka panjang.

Bahkan kalau kita amati pada tataran pelaksanaan UN di lapangan, begitu banyak praktek penyelewengan dan kecurangan yang bertentangan dengan prinsip pendidikan itu sendiri. Hal itu justru yang akan merusak karakter anak didik yang sudah sekian lama diusahakan dibangun di dalam lingkungan sekolah. Hilangnya nilai-nilai kejujuran, integritas, dapat dipercaya adalah harga yang matang, dan pengetahuan diri tentang moral yang harus dibayar dalam praksis pendidikan yang menegasikan karakter positif anak didik.

Character Education Equality Standards merekomendasikan bahwa pendidikan akan secara efektif mengembangkan karakter anak didik ketika nilai-nilai dasar etika dijadikan sebagai basis pendidikan, menggunakan pendekatan yang tajam, proaktif, dan efektif dalam membangun dan mengembangkan karakter anak didik serta menciptakan komunitas yang peduli, baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat sebagai komunitas moral yang berbagi tanggungjawab untuk pendidikan yang mengembangkan karakter setia dan konsisten kepada nilai dasar yang diusung bersama-sama.

Sumber : Media Indonesia, Edisi Senin 14 Desember 2009

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 21, 2009 in Education

 

Trend Baru “Cara Promosi Produk Organik Pertanian Online”

Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga terus berkembang dan telah diterapkan dalam berbagai bidang di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Hal ini dapat dimanfaatkan pula dalam promosi dan pemasaran produk pertanian.

Salah satunya adalah promosi di internet, yang memungkinkan kita menjangkau target market yang tidak terbatas di seluruh dunia secara efisien dan efektif. Sementara, pemasaran offline hanya memungkinkan kita memasarkan pada lingkup yang terbatas dan cenderung hanya menjangkau pasar lokal atau nasional. Itu pun memerlukan biaya yang tidak sedikit, proses distribusi yang lama dan panjang, dan tidak dapat menyesuaikan secara pasti jumlah produk yang harus didistribusikan dan dipasarkan terhadap kebutuhan/permintaan konsumen, serta mekanisme pembayaran yang diterima produsen memakan waktu yang lama, bila dibandingkan dengan transaksi e-payment.

Beberapa kelebihan pemasaran produk pertanian secara online via internet antara lain :

1. Jangkauan pemasaran luas (nasional dan dunia)

2. Online 24 jam, dalam sehari, 7 hari dalam seminggu

3. Bisa diotomatisasi

4. Perusahaan kecil lebih memiliki daya saing

5. Perusahaan selalu berupaya menjaga kualitas produk demi menjaga kepercayaan konsumen

6. Bisa menjangkau segmen pasar tertarget, sesuai dengan produk anda

7. Biaya kecil, dibandingkan dengan pemasaran offline

8. Dapat mengantisipasi kualitas produk pertanian yang cenderung mudah membusuk, rusak, karena waktu pemesanan dapat disesuaikan dengan waktu panen produk, sehingga produk pertanian tersebut tetap fresh, dan berkualitas baik.

9. Memudahkan konsumen dalam pembelian produk pertanian, tanpa harus terjun langsung ke pasar atau supermarket untuk membeli produk pertanian tersebut.

Efektifitas promosi dan pemasaran online telah teruji. Promosi online ini lebih efektif karena Anda bisa membidik target market yang tepat. Baik itu di negara tertentu, maupun pada orang yang memiliki minat tertentu juga. Anda pun tidak harus membuang banyak waktu dan biaya untuk pasar yang bukan menjadi target Anda.Sementara itu, faktor ketidakberhasilan pemasaran offline lebih banyak disebabkan pemasarannya tidak pada target yang semestinya dan pada pemilihan media iklannya.

Pada promosi online, modal dan resikonya lebik kecil dibandingkan dengan modal dan resiko bisnis offline biasa. Bandingkan saja, secara sederhana kita ambil contoh media massa (koran) nasional terbesar di Indonesia mengenakan tarif puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk sekali tayang dalam sekali terbit. Jika menggunakan media online, banyak teknologi pemasaran yang bisa diterapkan untuk menekan biaya iklan.

Harga promosi online, online advertising, jauh lebih murah dibanding dengan biaya promosi melalui koran atau majalah. Dan dengan semakin banyaknya provider, pemain atau makelar iklan (biro, jasa, agen) online yang tumbuh bak jamur di musim hujan, pemasang iklan online bisa memiliki banyak alternatif untuk membuat keputusan berpromosi online sesuai budget, teknis yang diinginkan, maupun target pasarnya.

Belanja iklan sehari di media massa nasional terbesar, bisa digunakan untuk belanja iklan online 1-5 tahun. Koran versus Internet, media cetak vs media online, dalam masalah biaya iklan, jelas sekali perbedaan dan kelasnya. Promosi di internet jauh lebih menguntungkan dan mempunyai banyak kelebihan.

Sebagai Contoh Promosi Produk Pertanian Organik seperti:

Beef Tomatoes

Chery Tomatoes

Golden Melon

Cantaloupe Melon

Mangoesteen

Gedong Gincu Mango

Strawberries

Red Capsicum

Green Capsicum

Yellow Capsicum

Orange Capsicum

Pakchoy

White Pakchoy

Siomak

Red Spinach

Kangkung

Media internet juga dapat dimanfaatkan dalam upaya peningkatan citra produk  pertanian Indonesia yang berdaya saing. Hal ini dapat dipromosikan secara online dengan  suatu inspirasi dari dalam kebudayaan masyarakat Indonesia yang memiliki ciri khas untuk produk pertanian olahan yang ada di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bahwa keanekaragaman desain produk olahan Indonesia seperti Keripik Salak asal Yogyakarta dan Malang dan keripik buah-buahan (apel, nangka, mangga dan sebagainya), Kemasan Kopi Toraja, Kopi Luwak dan berbagai macam jenis makanan olahan pertanian yang memerlukan suatu nilai ciri khas dari produk yang akan dipasarkan untuk komoditi ekspor. Agar terlihat lebih menarik dalam mendesain suatu produk olahan pertanian hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Astetika, merupakan suatu nilai keindahan suatu produk yang tentunya buyer/ calon pembeli melihat kekhasan produk Indonesia. Apabila kita perhatikan produk kemasan keripik manggis asal Thailand dan Potato Chips asal Singapore dan Malaysia dan jika kita bandingkan dengan keripik pisang asal Lampung. Pada suatu event pameran di luar negeri tentunya Indonesia memiliki suatu ciri khas yang tersendiri dan berbeda dengan keunikan tiap-tiap Negara yang menghasilkan produk yang sama.

Sweet Banana Chip Lampung


2. Ergonomik; dalam hal ini menyangkut bentuk / size dari desain yang dibuat berdasarkan packaging produk pertanian olahan seperti keripik sukun, apel, mangga, manggis, serta kemasan produk perkebunan, hortikultura lainnya.

Sukun Chips

3. Fungsional, dalam hal ini dilihat dari bentuk kemasan tersebut berdasarkan fungsinya, apakah seperti produk kopi olahan, teh memiliki botol kemasan yang berfungsi, apakah seperti gelas dan lain sebagainya.

Manggo Chips

4. Market, untuk hal ini dilihat dari negara tujuan ekspor Indonesia yang menginginkan negara mana yang meminati produk olahan berdasarkan desainnya. Sebagaimana yang kita ketahui pada umumnya untuk desain produk pertanian olahan ini para konsumen Negara tujuan masih banyak hanya menginginkan dari raw materialnya saja tanpa memperhatikan desain produk karena mereka akan mendesain sendiri berdasarkan keinginannya.

5. Material yang dipakai, tentunya material yang dipakai disini adalah bahan-bahan kemasan untuk produk olahan Indonesia yang raw materialnya dari produk Coklat, Kopi, Kacang Mete, Teh, Essential oil  Buah-buahan dan sebagainya, dalam hal ini memakai bahan dasar packing dari plastic maupun kertas dan sebagainya.

Keripik Balado Padang

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 15, 2009 in Agiculture