RSS

“Sang Pemimpi”

22 Des

Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat Anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan. Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran di mana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru.

Tampak komikal pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai Anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini: Arai dan Ikal akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri.

Andrea bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan si kuda. Ikal- alter egonya Andrea Hirata. Arai-saudara jauh yang yatim piatu yang di sebut sempei keramat karena anggota keluarga terakhir yang masih hidup dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron-seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiganya dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari, dari ketagihan mereka menonton film panas di bioskop dan akhirnya ketahuan guru mengaji mereka , perpisahan Jimbron dengan ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta yang akhirnya membuat mereka berdua terpisah tetapi tetap akan bertemu di Perancis. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.

“Kita tak kan pernah mendahului nasib!” teriak Arai.
“Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apa pun yang terjadi!”

Fakta Menarik…

Nazril Irham

Debut Film Si Vokalis

Transformasi Ariel Peter Pan menjadi Nazril Ilham terjadi di Layar Lebar

Sang Pemimpi


Film Sang Pemimpi mulai diputar di bioskop pada tanggal 17 Desember 2009. Anda akan melihat sosok Ariel Peterpan memainkan tokoh Arai dalam sekuel film laris Laskar Pelangi itu.

Namun dalam deretan nama pemain, jangan bingung jika Anda hanya akan menemukan Nazril Irham. Bukan karena Anda salah lihat, kok. Laki-laki yang memerankan Arai itu memang Ariel yang biasa kita lihat bernyanyi. Hanya saja dia menggunakan nama aslinya, Nazril Irham di layar lebar. Ada apa?

Pendapat produser Mira Lesmana bisa dicermati. Menurutnya alasan memasukkan Nazril, bukan karena popularitas si vokalis grup band Peterpan yang telah bubar Agustus lalu itu, melainkan karena talenta.

“Ariel diperoleh lewat proses casting, bukan karena dia populer. Lagi pula kami juga sudah melakukan casting ke beberapa actor, dan kurang sreg, makanya beralih ke musisi,” titir produser Sang Pemimipi, Mira lesmana.

Tokoh Arai memang dituntut pandai menyanyi. Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi itu pun ikut mengamati pendapat Mira. Jadi sah saja jika citra dan popularitas Ariel Peterpan tidak perlu lagi menempel pada Nazril Irham yang kini bermain film.

Bukan Aji Mumpung


Jauh sebelum tawaran main film Sang Pemimpi, Nazril sudah kebanjiran ajakan menjajal dunia acting. Tapi dia menolak meski akhirnya tergoda juga jika ditawari melakoni tokoh Arai. Salah satu alasannya, film itu digarap oleh Sutradara Riri Riza. “Gue dikasih novelnya, suka dan tertarik dengan perannnya yang bernama Arai. Seru nih. Meski bukan peran utama tokoh Arai ini penting,” kata Nazril.

Proses casting pun secepat kilat. “Dalam waktu 3 jam, gue casting, reading, dan foto. Langsung lolos dan syuting. Gue Cuma syuting lima hari,” kata laki-laki 28 tahun itu.

Namun, meski proses casting mulus, Nazril yang sempat tercatat sebagai mahasisawa jurusan arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan Bandung itu mengaku kesulitan meniru tokoh Arai.

“Arai asli itu pede banget, lincah, energik, sedangkan gue enggak begitu,” katanya.

Lelaki kelahiran Pangkalan Brandan itu juga mengaku tertantang dalam dialog. Arai yang ia perankan seharusnya berbicara dalam logat Melayu Kalimantan.

“Di tanah kelahiranku, logatnya kan memang tidak jauh dengan orang-orang Belitung. Jadi tidak terlalu sulit beradaptasi, karena sudah sering mendengar keluargaku kalau bicara ya logatnya Melayu gitu. Tapi jadinya juga belajar logat Melayunya Arai yang lebih mirip Melayu Kalimantan,” jelasnya.

Riri dan Mira pun puas melihat kemampuan acting Nazril. Bahkan menurut Mira, Nazril mampu menonjolkan Arai yang memang menjadi jiwa Sang Pemimpi itu.

Kalaupun ada yang mengganjal, hanyalah tampilan kulit yang masih terlalu putih dan kurang “kampung’ seperti gambaran asli Arai dalam novel.

Bapak beranak satu itu memang, ‘ditemukan’ Riri pada detik-detik terakhir menjelang syuting sehingga ia tidak sempat lagi menghitamkan kulit.

Jadilah Ariel tampil sebagai Arai, siap menjumpai para penggemar tetralogi Laskar Pelangi, ataupun mereka yang sekadar penasaran dengan debut film si vokalis.

Sumber:

Eri Anugerah

Media Indonesia, Edisi Senin, 14 Desember 2009

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2009 in Movies

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: