RSS

“LASKAR PELANGI” Pecinta Pelangi dari pulau Belitong

22 Des

Pemain            Cut Mini, Ikranagara, Slamet Rahardjo, Tora Sudiro, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Ario Bayu, Alex Komang, Jajang C.Noer, Robbie Tumewu, Zulfanny, Verrys Yamarno, Ferdian, Yogi Nugraha, M.Syukur Ramadhan, Suhendri, Febriansyah, Jeffry Yanuar, Suharyadi Syah Ramadhan, Dewi Ratih Ayu Safitri, Marchella El Jolla Kondo, Levina

Sutradara         Riri Riza

Skenario          Salman Aristo

Musik              Aksan & Titi Syuman

Produksi          Miles Films & Mizan Production

Situs                www.laskarpelangithemovie.com

Laskar pelangi…Takkan Terikat Waktu… Jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi… Menarilah dan terus tertawa…. Walau dunia tak seindah surga. …Bersyukurlah pada Yang Kuasa…. Cinta Kita di dunia…. Selamanya…” (song by Nidji)

Pulau Belitong, medio 1970. Bangunan reyot yang terbuat dari kayu itu adalah SD Muhammadiyah Gantong, menjadi saksi peristiwa yang sangat penting. Sembilan calon murid SD Muhammadiyah beserta para orangtua mereka duduk dengan gelisah di ruang kelas yang ditata seadanya. Di luar kelas, dua guru luar biasa, Ibu Muslimah (Cut Mini) dan Kepala Sekolah Pak Harfan (Ikranagara) menatap cemas ke arah jalan dan padang rumput.

Tiba-tiba dari kejauhan tampak sosok remaja berumur 15 tahun berlari bersama ibunya, menuju SD Muhammadiyah. Tawa terlepas dan kecemasan sirna dari wajah kedua pendidik lembut dan penuh asih itu. Remaja itu, Harun (Jeffry Yanuar) yang istimewa, menjadi murid ke-10 kelas 1 SD Muhammadiyah. Sejak saat itu, dimulailah petualangan penuh tawa, canda, dan tangis dari Laskar Pelangi.

Laskar pelangi adalah sebutan dari Ibu Muslimah kepada ke-10 muridnya yang sangat suka melihat pelangi sehabis hujan. Mereka adalah Ikal (Zulfanny), Mahar (Verrys Yamarno), Lintang (Ferdian), Kucai (Yogi Nugraha), Syahdan (M. Syukur Ramadan), A Kiong (Suhendri), Borek (Febriansyah), Trapani (Suharyadi Syah Ramadhan), Sahara (Dewi Ratih Ayu Safitri), dan Harun. Flo (Marchella El Jolla Kondo) yang berasal dari keluarga kaya masuk SD Muhammadiyah di tahun ke-6. Laskar Pelangi makin kompak menjalani hari-harinya.

Laskar Pelangi mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Mahar yang memiliki bakat seni yang besar memimpin teman-temannya menari di karnaval 17 Agustus. Mereka pun jadi juaranya. Kejeniusan luar biasa Lintang membawa SD Muhammadiyah menjuarai cerdas cermat tingkat SD. Kisah ini diakhiri dengan kematian ayah Lintang (Alex Komang), si pelaut sederhana. Lintang terpaksa harus putus sekolah demi menggantikan ayahnya menafkahi keluarga. Laskar Pelangi juga mengalami kesedihan luar biasa saat ditingga selama-lamanya oleh pendidik panutan mereka.

Di antara peristiwa sedih dan duka yang dialami Laskar Pelangi, ada juga kisah kocak yang bakal bikin kamu ketawa. Misalnya, Ikal yang rela bolak-balik membeli kapur dari toko China yang letaknya jauh, demi melihat tangan cantik anak pemilik toko A Ling (Levina). Ada juga kekocakan Mahar yang selalu menenteng radio ke mana-mana sambil mendengarkan lagu-lagu jazz dan Melayu. Dia juga mampu menyanyikan lagu Melayu Legendaris, “Seroja” dengan suaranya yang merdu. Oiya, Ibu Muslimah juga diam-diam ditaksir oleh Guru SD elit di belakang SD Muhammadiyah, Pak Mahmud (Tora Sudiro). Di film ini Tora nggak banyak berdialog. Tapi perasaanya yang dalam kepada Ibu Muslimah terlihat jelas banget.

Inilah film yang di adaptasi dari novel memoar (based on true story) terlaris sepanjang sejarah sastra Indonesia, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (terjual lebih dari 500 Ribu kopi). Pulau Belitong, Pulau penghasil timah yang pernah menjadi pulau terkaya di Indonesia, menjadi setting novel dalam film Laskar Pelangi. Selama lebih kurang 9 tahun Laskar Pelangi bersatu dalam persahabatan yang sangat indah. Sutradara Riri Riza merangkumnya dalam sebuah film yang menguras emosi penonton. Durasi 2 jam lebih nggak terasa begitu panjang deh. Saking asyiknya nonton petualangan ikal dan teman-temannya.

Dari awal nonton film, penonton dibawa ke dalam suatu masa ketika Indonesia sedang dalam masa pertumbuhan. Kealamian dan kedamaian Pulau Belitong, dengan Laut, danau, hutan, dan tentu saja pelangi, digambarkan dengan indah oleh Riri Riza. Karakter-karakter yang sangat kuat mampu diperankan oleh pemainnya, terutama oleh 12 anak Belitong asli. Dialek khas Melayu dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat Belitong juga dituturkan dengan jelas. Yang paling penting adalah pesan yang disampaikan film ini : pendidikan tidak mengenal umur, status, dan asal-usul.

Yup, Bisakah kamu bayangkan betapa antusiasnya anak-anak Belitong yang berasal dari keluarga miskin? sangat antusias sekolah Misalnya, Lintang rela naik sepeda setiap hari ke sekolah sejauh 80 km. Setiap hari dia juga harus berhadapan dengan buaya ganas. Dalam film ini juga digambarkan bahwa laskar pelangi bersekolah tanpa seragam, kadang tanpa alas kaki, dan harus belajar dengan alat tulis yang sangat terbatas dalam ruang kelas yang kumuh. Hmmm buat kamu yang suka bolos sekolah harus nonton film ini. Dijamin bakal rajin sekolah setiap hari deh, hehehe

Film yang syuting sepenuhnya dibuat di Belitong (1,5 bulan) ini penuh dengan humor, cinta kasih, persahabatan, sekaligus duka yang buat kamu menitihkan air mata. Bagi kamu yang sudah baca novel Laskar Pelangi jangan berharap film ini sama persis dengan novelnya. Ada beberapa hal yang berbeda, ada tokoh-tokoh baru yang ditambahkan, dan tidak semua background Laskar Pelangi diceritakan. Hanya Ikal, Lintang, Mahar yang benar-benar ditonjolkan. But that’s okay… scenario yang diolah Salman Aristo udah cukup banget mewakili isi novelnya. Penecerahan banget deh nonton Laskar Pelangi, A worth to see movie guys !!!

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2009 in Movies

 

2 responses to ““LASKAR PELANGI” Pecinta Pelangi dari pulau Belitong

  1. roslan

    Agustus 11, 2011 at 14:42

    Memang bagus filem ni !!

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: